Sabtu, 09 November 2013

ASIA TIMUR



1

1.      Jelaskan dan Uraikan fakta - fakta yg menjadi dasar, latar belakang, dan penyebab pada proses tumbuh berkembangnya dan runtuhnya dinasti-dinasti di China !
2.      Sebutkan dan Jelaskan variabel persamaan dan perbedaan Dinasti Zhou dan dinasti Chin dalam kebijakan pengelolaan kerajaannya di beberapa aspek !
3.       Mengapa di Cina dalam perkembangan sejarahnya selalu terdapat pergantian dinasti yang di tandai dengan pemberontakan yang terkait dengan siklus kekuasaan ?
4.      Jelaskan proses tumbuh kembang feodalisme di Cina dalam perjalanan sejarahnya !
5.      A. Mengapa suku bangsa asing ( Mongol dan Manchu ) yang menjajah China justru menggunakan budaya dan sistem pemerintahan Cina dalam mengelola kekuasaannya ?
B. Dinasti Yuan ( Mongol ) dan Ching ( Manchu ) melakukan cara - cara yang berbeda dalam menghadapi suku bangsa Han ( China )!
Jelaskan Cara - cara yg berbeda tersebut !
6.      Sebutkan dan Jelaskan beberapa aspek ide yang telah menjadi fakta historis ( Konseptual ) dari masa Cina Kuno yang telah berkembang pada Masa kini ( Kotemporer ) 
7.      Sebutkan dan Jelaskan tentang gerakan Wo Han Kang Yu Wei pada masa dinasti Cing, mengapa gerakan tersebut tidak berhasil mencapai tujuannya !


JAWABAN
7.      Gerakan Wo Han Kang Yowei merupakan gerakan reformasi di bidang pembaharuan politik. Gerakan ini mencoba membuka hubungan politik dengan bangsa Barat agar dinasti Qing dapat keluar dari keterpurukan yang sedang dialami. Kang Yowei memcoba untuk mengubah sistem pemerintahan politik ari monarki absolut menjadi monarki konstitusional. Kang Yowei mencontohkan perubahan yang dilakukan oleh Jepang sejak restorasi Meiji. Segera dalam tahun 1895 terjadi demonstrasi politik ketika ujian Negara diselenggarakan di Peking. Tidak kurang dari1300 calon mananda tangani sebuah petisi untuk istana, supaya syarat perdamaian tidak diterima dan pembaharuan yang mendalam dikerjakan.[1]Gerakan ini lebih bersifat reformasi, tidak seperti Sun Yat Sen yang bersifat evolusi. Cengkraman bangsa Barat yang sangat erat pada berbagai bidang , terutama terutama perekonoian, seperti penguasaan atas industry, ,jalan kereta api, dan lain sebagainya, mengakibatkan penderitaan rakyat, sehingga hal ini membuka wawasan kaisar akan perlunya reformasi sesegera mungkin.[2]Kang Yowei  mulai melakukan perubahannya dengan  mencari dukungan kaisar Guangxu.  Kaisar Guangxu menerima perubahan yang ditawarkan oleh Kang Yowei,setelah itu beberapa tokoh pembaharuan dilantik sebagai pegawai kanan di dinasti Qing. Dalam musim panas tahun 1989, Negara Cina dibanjiridengan peraturan pembaharuan yang merubah hamper apa saja : tata Negara, pendidikan (bahkan sistem ujian Negara), dan tentara semuanya dilakukan modernisasi.[3] Pembaharuan yang dilakukan oleh golongan Kang Yowei mendapat pertentangan dari kalangan konservatif yang didukung oleh Ibu Suri Cixi. Kaisar Guangxu yang memiliki nama asli Aishingiono Zaitian itu adalah keponakan Cixi.[4] Kaisar Guangxu sangat takut kepada Ibu Suri Cixi. Karena Ibu Suri Cixi tidak menyukai pembaharuan yang dilakukan Kang Yowei maka Ibu Suri Cixi mengambil alih kendali pemerintahan dengan cara mengisolasi kaisar Guangxu ke Istana Musim Panas. Dan memerintahkan  agar pembaharu politik dibunuh. Oleh karena itu Kang Yowei melarikan diri ke Jepang. Dan Gerakan pembaharuan yang dipelopori oleh dirinya hanya bertahan 103 hari di Cina.
2.      Persamaan antara dinasti Zhou dengan Dinasti Chin ialah kedua dinasti tersebut memiliki kepala negaranya ialah kaisar dan kepala pemerintahan dipegang oleh Perdana menteri. Kekuasaan kedua dinasti ini didominasi oleh keturunan suku Han.Kedua dinasti memiliki siklus pergantian dinasti yang sama berdasarkan garis keturunan raja. Sedangkan perbedaan variable dari kedua dinasti ini ialahDinasti Zhou menjadikan konfusianis menjadi ideologi negara sedangkan dinasti Chin  menjadikan Fajia sebagai ideology negara. Dan perbedaan yang ketiga, dinasti Zhou menerapkan sistem feodalisme sedangkan dinsti Chin tidak menerapkan sistem feodalisme.
5.      A. Karena bangsa Mongol dan Manchu mengetahui bahwa orang Cina memiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan dengan bangsa Mongol dan Manchu dalam hal ketata negaraan. Selain itu kebudayaan China digunakan untuk melanggengkan kekuasaan bangsa tersebut agar tidak timbul banyak pemberontakan akibat perbedaan kebudayaan yang ada diantara bangsa penguasa dan rakyat. Hal ini membuat umur dari dinasti asing yang berkuasa akan semakin panjang. Namun dinasti-dinasti asing seperti Mongol dan Manchu tetap membatasi gerak bangsa Cina agar meminimalisisr pemberontakan. Dengan cara tetap menempatkan orang-orang Manchu atau Mongol di wilayah pemerintahan yang penting .
B. Mongol membedakan antara bangsa Mongol dan suku bangsa Han Cina dalam bidang tertentu. Dalam bidang militer bangsa Mongol tetap mnguasai sepenuhnya sedangkan orang Cina hanya sebagai prajurit saja. Sistem kemiliteran yang digunakan oleh Dinasti Mongol juga diambil penuh oleh bangsa Mongol. Namun dalam hal ketatanegaraan dinasti Mongol tetap mempercayakan kepada suku bangsa Han Cina. Lain dengan Dinasti Manchu dalam menghadapi suku bangsa Han China. Manchu menggunkan cara halus dengan cara menggunakan budaya Cina secara kuat. Mereka menerima kebudayaan Cina digunakan oleh kaisar sebagai akar kebudayaannya sendiri. Jadi bangsa Manhu lah yang beradaptasi dengan kebudayaan Cina bukan sebaliknya.
  1. Feodalisme merupakan sistem yang dianut pada masa pada masa dinasti Zhou, dimana dinasti Zhou membagi-bagi wilayahnya menjadi banyak  Negara bagian kecil, para penguasa dari Negara-negara bagian kecil itu memiliki kekerabatan atau hubungan darah dengan para penguasa dinasti Zhou.[5] Namun, sistem feodal ini mengalami perubahan pada masa dinasti Qin yang menerapkan sistem pemerintahan terpusat, sebagai upaya untuk megantisipasi serta menanggulangi terjadinya peristiwa yang sama dengan dinasti Zhou yang mengalami kehancuran dan kekacauan akibat sistem desentralisasi yang dianutnya. Dalam perkembangannya sistem feodalisme tersebut kembali diterapkan dengan pengangkatan para penguasa-penguasa daerah, yang pengangkatannya dengan pemberian gelar bangsawan serta diberikan sebuah daerah untuk dikelola. Misalnya saja para gubernur-gubernur pada masa dinasti Han, yang meskipun kekuasaan tertinggi dimiliki oleh Negara tetapi hak dan kewajiban atas pengelolaan daerah/tanah tersebut.



[1] D. Van der Horts, Geschiedenis van china, Yogyakarta: UGM, Hlm :104
[2]Ivan Taniputera, History Of China, Yogyakarta: Ar-ruz Media, Hlm. 522
[3] D. Van der Horts, Op Cit, Hlm. 104
[4] Ivan Taniputera, Op Cit, Hlm. 521
[5] Ivan Taniputera, History Of China, Yogyakarta: Ar-ruz Media, Hlm. 78

1 komentar: