Sabtu, 09 November 2013

Media Instruksional



B. Pengertian Media
      Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara, atau pengantar. Dalam bahasa Arab media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepenerima pesan. Gerlach & Ely (1971) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap.
Batasan lain telah dikemukakan oleh para ahli yang sebagian diantaranya adalah AECT (1977) memberi batasan tentang media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi.

C. Manfaat Media Instruksional
      Secara umum manfaat media dalam proses pembelajaran adalah memperlancar
proses interaksi antara pendidik dan peserta didik atau antara dosen dan mahasiswa atau
guru dan murid dan hal ini pada gilirannya akan membantu mahasiswa atau peserta didik
untuk belajar secara optimal. Kemp dan Dayton menjelaskan manfaat khusus bagi media
instruksional sebagaimana yang telah diidentifikasinya yaitu :
1. Penyampaian materi perkuliahan dapat diseragamkan
2. Proses instruksional menjadi lebih menarik
3. Proses belajar mahasiswa/siswa menjadi lebih interaktif
4. Jumlah waktu belajar mengajar dapat dikurangi
5. Kualitas belajar siswa/mahasiswa dapat ditingkatkan
6. Proses belajar dapat terjadi dimana saja dan kapan saja
7. Sikap positif siswa/mahasiswa terhadap bahan belajar maupun terhadap proses belajar dapat ditingkatkan.
8. Peran pendidik/dosen dapat diarahkan kepada cara yang lebih produktif dan aktif
  
D. Jenis dan Karakteristik Media Instruksional
Media pendidikan bermakna lebih luas dari media pengajaran. Media pendidikan dapat digunakan berbagai bentuk komunikasi seperti pada berbagai kegiatan penerangan, penyuluhan termasuk pengajaran. Media penajaran dipakai secara terbatas pada situasi belajar mengajar kendatipun penggunaannya dapat diperluas pada berbagai komunikasi lainnya (Davies:1981,125). 
Berdasarkan jenisnya media dapat dibagi ke dalam 3 (tiga) bentuk yaitu:

a. Media auditif. 
Media auditif adalah media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja.
Karakteristik media ini berkaitan dengan indera pendengaran. Pesan yang disampaikan
dituangkan ke dalam lambang-lambang auditif baik verbal (yaitu kata-kata dalam bahasa
lisan) maupun non verbal. Ada beberapa jenis media yang dapat dikelompokkan dalam
dalam media audio antara lain, radio, alat perekam (recorder), tape recorder, laboratorium
bahasa. Media ini juga harus dilihat sasarannya artinya media ini tidak bisa digunakan
untuk orang tuli atau orang yang mempunyai kelainan pada pendengaran (Knirk:1986,24).

b. Media visual.
 Karakteristik dari media ini sangat mengandalkan indera penglihatan. Media ini
ada yang menampilkan gambar diam seperti film strips atau film rangkai, slides film
bingkai, gambar atau lukisan, cetakan (Miarso: 1982,33).

c. Media audio visual.
Karakteristik media ini adalah memiliki unsur suara dan unsur gambar. Jenis media
ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis media yang
pertama dan kedua yaitu media audio dan visual. (Miarso: 1986,34).

Anderson (1994:186) membagi jenis media ke dalam sepuluh kelompok, yaitu:

1). Media audio
Media ini terdiri dari pita audio (kaset), piringan audio dan radio. Karakteristik darimedia ini dapat memberikan rangsang pendengaran. Hubungan media ini dengan tujuaninstruksional adalah:
a. Tujuan kognitif; audio dapat dipergunakan untuk mengajarkan pengenalan kembaliatau pembedaan rangsang yang  relevan
b. Tujuan afektif: suasana mungkin dapat menciptakan musik latar belakang, efek suara dan lain-lain.
c. Tujuan psikomotor: dapat digunakan untuk mengajarkan keterampilan verbal.

2). Media cetak
Media ini terdiri dari buku teks terprogram, buku pegangan manual, buku tugas.
Ciri dari media ini adalah mampu memperagakan simbol-simbol verbal dan
representasi gambar diam. Hubungan media ini dengan tujuan instruksional adalah:

a. Tujuan kognitif: menyampaikan informasi bersifat fakta dan pengenalan kembali(rekognisi)
b. Tujuan afrktif : dapat membangkitkan emosi dan menarik dari buku yang ditulisterjadinya perubahan sika
(change  attitude).
c. Tujuan psikomotor: tidak ada, karena penggambaran gerak sukar disajikan denganmedia ini.

3). Media audio cetak.
      Media ini terdiri dari buku latihan yang dilengkapi dengan kaset atau pita audio,
pita, gambar, bahan yang dilengkapi dengan pita suara audio. Hubungannya dengan tujuaninstruksional sama seperti tujuan media audio dan media cetak.

4). Media benda (objek)
      Terdiri media nyata dan model tiruan. Karakteristiknya adalah dapat memberikan
rangsang penglihatan, pendengaran dan perabaan. Hubungannya dengan tujuan
instruksional :
  a. Tujuan kognitif: untuk mengajarkan pengenalan kembali dan pembedaanrangsangan yang relevan.
  b. Tujuan afektif: bila menggunakan alat yang sebenarnya kemungkinan sikap yang positif terhadap pekerjaan
      mereka sejak awal latihan.
  c. Tujuan psikomotor : memberkan latihan bagi siswa untuk menguji penampilandalam menangani materi pekerjaan
      dan mendemonstrasikan dan mengukur kemampuan peserta didik.

5). Media visual diam
      Media ini terdiri dari film bingkai (slide) dan film rangkai (berisi pean verbal).Karakteristiknya adalah gambar diam. Hubungannya dengan tujuan instruksional adalah:
          a.    Tujuan kognitif : pengenalan benda-benda yang belum dikenal peserta didikdan mampu membedakan                        objek yang ada di dalam gambar.
          b.    Tujuan afektif : tidak terpakai
          c.    Tujuan psikomotor : menunjukkan posisi benda atau orang yang sedangbergerak sebelum pendidik/dosen
                 mendemonstrasikannya atau sebelum peserta didik/mahasiswa dilatih.

 6). Media proyeksi dengan suara
      Terdiri film bingkai (slide) suara dan film rangkai suara. Karakteristiknya adalahgambar diam. Hubungannya dengan tujuan instruksional :
            a.  Tujuan kognitif : mengajarkan objek yang belum dikenal
            b.  Tujuan afektif : tidak dapat digunakan
            c.  Tujuan psikomotor : gambar ini menunjukkan posisi tertentu yang bergerak.

7). Media visual gerak dan audio
      Terdiri dari film gerak tanpa suara dengan penggunaan caption

8). Media visual gerak dan audio
      Terdiri dari film suara dan video. Karakteristiknya adalah gambar bergerak tanpa
           suara. Hubungannya dengan tujuan instruksional adalah:
a    Tujuan kognitif : berhubungan dengan kemampuan mengenal kembali dan
      kemampuan memberikan rangsangan gerak yang serasi.
b   Tujuan afektif : memberikan pengaruh pada sikap dan emosi dan merupakan
      media yang baik sekali menyampaikan materi dalam kawasan afektif.
c   Tujuan psikomotor: memberikan contoh keterampilan yang menyangkut gerak dan
     mengajarkan kordinasi antara alat tertentu.

9). Media manusia dan lingkungan
Media manusia dapat digunakan sebagai contoh yang nyata untuk menampilkan
contoh-contoh gerak. Sedangkan media lingkungan merupakan media yang berada di
sekitar kita. Media ini sangat besar ruang lingkupnya dan bebas dalam menggunakannya
tanpa dikenai biaya apapun.

10). Media komputer (CAI)
Karakteristik media komputer ini digunakan dalam berbagai macam terminal yang
berbeda atau menggabungkannya dengan media lain yang bertujuan memberikan
pembelajaran yang sifatnya individual. Hubungan media ini dengan tujuan instruksional
adalah:
a  Tujuan kognitif : dapat mengajarkan konsep, aturan,prinsip, langkah dalam proses
     yang kompleks.
b  Tujuan afektif : untuk mengontrol bahan-bahan film dan video
c  Tujuan psikomotor : mengajarkan programming dan kecakapan yang serupa bila
     mahasiswa/siswa mau bekerja sesuai dengan pekerjaan yang telah ditetapkan.
Penggolongan media ditinjau dari ukuran audiensnya ada tiga yaitu :
               1.  Media untuk audiens besar yang terdiri dari televisi, radio, video.
               2.  Media untuk audiens kecil yang terdiri dari film suara, film bisu, video tape, film
                    Strip suara slide, radio, audio tape, audio disc, foto, poster, papan tulis.
               3.  Media individu yang terdiri dari media cetak, telepon, CAI
  (Wilkinson: 1984,45)
      Meskipun banyak macam media instruksional, namun hanya sedikit sekali yang
sering dipergunakan dalam ruangan kuliah ataupun di kelas oleh seorang dosen
ataupun pendidik. Dari jumlah yang sedikit tersebut diantaranya overhead Projector
(OHP), gambar, model dan tentu saja papan tulis dan buku. Sedangkan media lain
seperti video film, kaset audio, film bingkai, auditif jarang digunakan meskipun benda-
benda ini tidak asing lagi bagi kebanyakan dosen.
      Oleh karena itu ada baiknya kita mengenal macam-macam media ini dengan
harapan dapat memacu kita untuk mengadakan dan memiliki kompetensi yang cukup
dalam menggunakannya, agar proses belajar mengajar menjadi lebih efektif dan efisien
dalam mengelola waktu dan melaksanakannya di dalam kelas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar