Sabtu, 01 Juni 2013

UAS PERENCANAAN PEMBELAJARAN SEJARAH



1. a) Cari definisi guru apa?dari 2 buku dan Undang-Undang.
    b) Berikan 5 Ciri guru sejarah yang professional?
2. a) Berikan 3 alasan mengapa seorang guru sebelum mengajar harus membuat perencanaan pembelajaran?

# Jawaban #
1. a) Definisi guru adalah perencana, pelaksana dan pengembangan kurikulum bagi kelasnya. Karena guru juga merupakan barisan pengembang kurikulum yang terdepan maka guru pulalah yang selalu melakukan evaluasi dan penyempurnaan kurikulum.[1]
Definisi Guru merupakan unsur penting dalam keseluruhan sistem pendidikan. Oleh karena itu peranan dan kedudukan guru dalam meningkatkan mutu dan kualitas anak didik perlu diperhitungkan dengan sungguh-sungguh. Status guru bukan hanya sebatas pegawai yang hanya semata-mata melaksanakan tugas tanpa ada rasa tanggung jawab terhadap disiplin ilmu yang diembannya. [2]
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 BAB I pasal I tentang guru dan dosen dijelaskan bahwa: Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
Guru harus punya kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional sebagaimana yang disebutkan dalam Undang-undang RI No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab II pasal 3 :  “Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusiayang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”
b) 5 Ciri Guru Sejarah yang Profesional
1. Selalu punya energi untuk siswanya
        Seorang guru yang baik menaruh perhatian kepada siswa di setiap percakapan atau diskusi dengan mereka. Dapat mengembangkan stail, kaedah, pendekatan, strategi pengajaran yang berkesan bagi mencorak kan pembelajaran yang bermakna, memupuk minat dan mengembangkan potensi murid-murid.
2. Punya tujuan jelas untuk Pelajaran 
         Seorang guru yang baik menetapkan tujuan yang jelas untuk setiap pelajaran dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap kelas.

    3. Punya keterampilan mendisiplinkan yang efektif 
      Seorang guru yang baik memiliki keterampilan disiplin yang efektif sehingga bisa  mempromosikan perubahan perilaku positif di dalam kelas.
 4.  Punya keterampilan manajemen kelas yang baik
           Seorang guru yang baik memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik dan dapat memastikan perilaku siswa yang baik, saat siswa belajar dan bekerja sama secara efektif,  membiasakan menanamkan rasa hormat kepada seluruh komponen didalam kelas.
5. Punya harapan yang tinggi pada siswa nya 
           Seorang guru yang baik memiliki harapan yang tinggi dari siswa dan mendorong semua siswa dikelasnya untuk selalu bekerja dan mengerahkan potensi terbaik mereka.

2. a)  Dalam persiapan terhadap situasi mencakup tempat, suasana ruangan kelas, dan lain-lain. Dan pemahaman situasi umum yang harus dimiliki sebelum guru mengajar di dalam kelas, sehingga dengan pengetahuan tersebut guru dapat membuat ancang-ancang terhadap variable faktor masalah dan mengahadapi situasi kelas.
b) Sebelum guru mengajar ia harus mengetahui keadaan siswa tersebut, atau dengan kata lain guru harus membuat gambaran yang jelas mengenai keadaan siswa yang akan dihadapi. Selain dari faktor internal siswa tersebut, seorang guru juga harus mengetahui taraf kematangan sserta pengetahuan umum dan khusus yang dimiliki siswa.
c) Karena sebelum mengajar seorang guru harus membuat perencanaan pembelajaran terlebih dahulu, maka seseorang guru akan bisa memberikan pelajaran dengan baik, karena ia dapat menghadapi situasi di dalam kelas secara tegas, mantap dan fleksibel.


Sumber:
Mulyasa, E. (2009). Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Muhtar. (1992). Pedoman Bimbingan Guru dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PGK & PTK Dep. Dikbud



[1]  Dr. E. Mulyasa, Menjadi Guru Profesional, 2009, hlm 13
[2]  Muhtar. Pedoman Bimbingan Guru dalam Proses Belajar Mengajar, 1992, hlm 15

Tidak ada komentar:

Posting Komentar